Kepala  BPDAS Jeneberang -Saddang, Kutip Hadist Betapa Pentingnya Menanam Pohon Sebagai Sedekah Jariah

Dinamika

MAKASSAR, lenterasulawesi.com  – Dalam sebuah diskusi yang berlansung di ruang kerja Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang  Saddang, Abdul Azis, S.Hut.T., M.Sc, wartawan pada Senin (11/12/2023), terungkap betapa pentingnya menanam pohon sebagai bagian dari sedakah jariah. Sekaitan pula dengan pemeliharan DAS untuk kelestarian air sebagai sumber kehidupan.

Menurut Kepala BPDAS  Abdul  Azis sekaitan dengan tugas pokok BPDAS Jebeberang – Saddang,  untuk senantiasa menjaga kelestarian dan stabilitas air, saat di musim kemarau tidak kekeringan serta musim hujan tidak kebanjiran.

Kepala BPDAS Jeneberang  Saddang, Abdul Azis, S.Hut.T., M.Sc bersama Koresponden Barru, lenterasulawesi.com, Jumran

 

“Dalam Islam itu dalam sebuah hadis Rasulullah berpesan agar umatnya gemar menanam sekalipun ia tahu esok akan kiamat,” kata Azis.

Selengkapnya hadist  tersebut  artinya. “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah,” dari Hadist Riwayat (HR) Bukhari dan Ahmad.

Sejalan pula dengan hadist Rasullah yang lain, artinya, dari sahabat Jabir Radhiyallahu anhu, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya, dari HR Muslim.

Dalam diskusi yang dihadiri Koresponden Kabupaten Barru lenterasulawesi.com, Jumran, Kapala BPDAS Jeneberang-Saddang, harapkan media memberikan informas secara meluas untuk mendukung pelestarian hutan demi stabilitas air khususnya di sungai. Karena itu pihaknya meminta semua kalangan maupun masyarakat umum untuk senantiasa ikut menjaga hutan. Tidak melakukan perusakan dan penebangan liar sehingga terjadi hilangnya hutan (deforetasi).

Kepada koresponden Jumran dari Barru, Kepala BPDAS, Azis katakana bahwa dikabupaten tersebut  pihak BPDAS  telah lakukan Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL) sebagai DAS Prioritas, di kawasan hutan lindung dan kasawan Hutan Komunitas Masyarakat. Untuk itu diminta perannya untuk mendukung suksesnya kegiatan ini. Membantu memberikan pengawasan serta mengajak masyarakat di sekitar lingkar DAS  tersebut untuk mendukung dan menjaga hutan tersebut.

Air terjun (Waterfall), Wae Sai di Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru      (reservasiku.com)

 

Juga kepada pihak-pihak swasta atau vendor  yang terlibat dalam pelaksanaan RHL pada wilayah DAS Prioritas agar senantiasa bekerja dengan sebaik-baiknya. Melaksankan kegiatan RHL tersebut secara tepat dan benar berdasarkan aturan yang mekanisme yang ada. “ Karena itu semua untuk kepentingan bersama dan bila kegiatan RHL bagus, sekses dan benar, semua merasakan betapa besar manfaatnya. Hutan lestari, sumber  air cukup dan stabil, dan banjir dan kekeringan tidak ada. Juga air sebagai sumber energi kelistrikan berjalan dengan baik. Ini akan menstabilkan pula berbagai kegiatan roda perekonomian hingga ke kota-kota. Inilah pentingnya untuk kita pahami bersama dalam pemeliharan DAS,” urai Abdul Azis.

Sementara Koresponden Barru, lenterasulawesi.com,  Jumran sampaikan, bahwa ia akan senantiasa membantu pengawasan dan mengajak masyarakat untuk senantiasa mendukung program-program BPDAS di Kabupaten Barru. Karena ini semua untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat.

(LS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *