Majukan Pendidikan di Kabupaten Luwu Dengan Inovasi dan Profesionalisme

Edukasi

LUWU, lenterasulawesi.com – Setelah bergesernya kepemimpinan  Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu ke tangan Hasbullah bin Mush pendidikan di Bumi Sawerigading  ini semakin menampakkan kemajuan yang signifikan dengan tuntutan kemajuan jaman dan kebutuhan daerah. Mantan Kepala Dinas Sosial, selain amanah ia juga cukup profesional dan inovatif

Juga Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan ini dikenal meluas masyarakat dan yang pastinya oleh para guru, utamanya SD, SMP, pasalnya ribuan guru di Luwu baik di kota maupun dari pelosok mesti berhubungan dengan pejabat yang satu ini yang terbilang masih muda dan energik.

Salah satu yang cukup inovati dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu adalah Workshop Kurikulum Merdeka yang bekerja sama dengan Indika Foundtion dan PT Masmindo  yang digelar akhir tahun lalu.

Workshop ini dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Luwu Hasbullah bin Mush yang dihadiri 48 Guru/Tenaga Pendidik di dua kecamatan yakni Kecamatan Lantimojong dan Bajo Barat. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Borneo selama dua hari 4 -5 Desember 2023 lalu.

Menurut Kadis pendidikan dan Kebudayaan Luwu Hasbullah mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada PT Masmindo dan Indika Foundation dalam pengembangan kegiatan Workshop implementasi Kurikulum Merdeka Belajar ini. Sebab program seperti ini kata dia sangat dibutuhkan oleh guru maupun tenaga pendidik. ”Saya mewakili pemerintah Luwu mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang luar biasa kepada PT Masmindo dan Indika Foundation dalam melaksanan workshop pengembangan implementasi kurikulum merdeka, yang merupakan program mendasar bagi para guru di sekolah,” jelas Hasbullah.

Hasbullah menambahkan, dari 24 peraturan yang diturunkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) salah satunya Kurikulum merdeka belajar.

“Program ini adalah hal yang sangat penting untuk diimplementasikan di sekolah, karena membantu guru dan kepala sekolah dalam proses belajar menjadi jauh lebih relevan, mendalam dan menyenangkan,” sebutnya . “Sehingga peserta didik pun dapat lebih mudah memahami pembelajaran yang dilakukan”.

(Sudirman Edy/LS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *