Penanaman Pohon Secara Serentak di Sulsel dan Penyerahan Petikan SK Menteri LHK  Tentang Penetapan Green Ambassador

Dinamika

BARRU, lentrasulawesi.com – Berlansung di Dusun Waruwe, Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (30/12/2024)  telah dilaksanakan Penanaman Pohon Secara Serentak di Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus penyerahan Petikan Surat Keputusan Menteri LHK tentang Penetapan Green Ambassador.

Dalam kegiatan Kementerian LHK di ujung tahun 2023 ini, dihadiri Tenaga Ahli Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Legislasi, Legal dan Advokasi, Dr. Ilyas Assad, M.P., M.H.  seluruh Para Kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Andi Hasbi, MP, Bupati Barru yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Dr. Ir. Abustan, M. Si, Para Pejabat Pimpinan OPD Provinsi Sulawesi Selatan dan OPD Kabupaten Barru.

Sambutan  UPT Satker LHK di SulSel/Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang  Saddang, Abdul Azis, S.Hut.T., M.Sc

 

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Tenaga Ahli Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Legislasi, Legal dan Advokasi, Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc  pada acara Penanaman Pohon Serentak Di Seluruh Wilayah Indonesia, sampaikan  bahwa Penanaman serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, sekaligus membangkitkan semangat, motivasi dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menanam dan memelihara pohon.

Menurut Menteri LHK, dunia tengah menghadapi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Dalam situasi krisis seperti ini, kita harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerjasama.

Bupati Barru yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Dr. Ir. Abustan, M. Si, Para Pejabat Pimpinan OPD Provinsi Sulawesi Selatan dan OPD Kabupaten Barru.

 

“Dampak perubahan iklim telah nyata kita rasakan baik di tingkat tapak, regional dan global, antara lain, keterlambatan musim tanam, terjadinya gagal panen, peningkatan wabah dan hama tanaman, penurunan produktivitas tanam, peningkatan tinggi permukaan air laut dan hilangnya daratan, yang mengancam terutama wilayah-wilayah kepulauan,  peningkatan kejadian bencana, terutama bencana hidrometeorologis, ancaman kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity loss),” urainya.

Menurut Menteri LHK Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh mahluk hidup. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Selanjutnya, Menteri LHK  sampaikan  bahwa bersamaan dengan kegiatan penanaman hari ini dilakukan juga penyerahan petikan Keputusan Menteri LHK No.1221/2023 tentang Penetapan Green Ambassador kepada sebanyak 1.994 pelajar dari 1.068 sekolah. Para Green Ambassador telah mengikuti berbagai proses pendidikan selama empat bulan terakhir, sehingga menjadi harapan baru Indonesia hari ini dan di masa yang akan datang dalam upaya adaptasi, mitigasi, rehabilitasi, dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sementara itu sambutan  UPT Satker LHK di SulSel/Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang  Saddang, Abdul Azis, S.Hut.T., M.Sc,  sampaikan detail  bahwa lokasi penanaman berada di Dusun Waruwe, Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah KPH Ajatappareng dan berada di Hulu DAS Lisu. Lokasi ini juga merupakan lokasi kegiatan KBR Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Samaturue dengan sasaran penanaman seluas 25 Ha (30.000 batang).

“Luas lokasi penanaman Sertentak pada tanggal 30 Desember 2023 yaitu: 2,5 Ha. Bibit yang ditanam, Sukun 200 batang, Durian 200 batang, Alpukat 300 batang, Mahoni 300 batang, dengan jumlah total bibit sebanyak 1.000 batang yang berasal dari produksi persemaian KBR Kelompok Tani Samaturue,” tandasnya.

Sementara untuk pelaksana penanaman berjumlah 200 orang, terdiri dari unsur UPT KLHK, Dinas Kehutanan LHK Provinsi Sulsel, OPD Kab. Barru, Kelompok Tani Samaturue dan Masyarakat Desa Harapan serta para peserta Green Youth Movement.

Menurutnya pula, Kegiatan pelaksanaan penanaman serentak ini bukan merupakan kegiatan seremonial, namun sebagai bagian dari dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus membangkitkan semangat, motivasi dan menggerakan seluruh elemen masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon.

LS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *