Sukseskan Penurunan Stunting, PT Letawa Intervensi Lewat Gerakan KB

Daerah

PASANGKAYU, lenterasulawesi.com – Poliklinik Kebun (Polibun)  dan CSR PT Letawa  berkolaborasi dengan penyuluh dari Dinas Pengendalian Penduduk  Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3), Kabupaten Pasangkayu  lakukan aksi intervensi bersama dalam percepatan penurunan stunting di area perkebunan PT Letawa, Kecamatan Tikke Raya, Rabu-Kamis, 15-16  Mei 2024

Kegiatan Penyuluhan Keluarga berencan ini menyasar karyawati dan istri karyawan Perusahaan dari peserta penyuluhan sebanyak 30 jiwa dan berhasil menjaring 21 akseptor pengguna MKJP (metode Kontasepsi Jangka Panjang) yang dilaksanakan di Polibun PT Letawa pukul 10.00 Wita.

Sukseskan penurunan stunting, PT Letawa intervensi lewat gerakan KB Tikke Raya, Rabu-Kamis, 15-16  Mei 2024

 

Salah satu akseptor KB, Purwati memberikan testimoni “kalau bisa kegiatan seperti ini di tingkatkan frekuensinya di poliklinik kebun serta penyuluhan ditingkat posyandu di bikin menarik sehingga menarik minat dan pengetahuan ibu-ibu yang ingin ber KB. Salah satu materi yang diingat pada event ini ialah dapat ber KB mencegah tingginya angka kelahiran, ibu yang bekerja di bagian administrasi tanaman menambahkan

Dokter Polibun PT Letawa, dr. Asmal Mustafa menjelaskan penggunaan KB, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP, berperan dalam percepatan penurunan angka stunting di area perusahaan. Pasalnya, stunting dapat dicegah jika program KB berjalan optimal melalui kehamilan yang terencana. Jika kehamilan terencana dan diperiksa secara rutin, itu akan mencegah potensi lahirnya anak stunting. Oleh karena itu, Asmal mengapresiasi terselenggaranya pelayanan pemasangan implan yang digelar P2KBP3A Pasangkayu di Polibun PT Letawa. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan arahan dan instruksi BKKBN pusat dalam mendukung percepatan dan penurunan stunting.

Koordinator Penyuluh, Hartati menerangkan pentingnya Konseling,informasi dan edukasi keluarga berencana, ada hal yang memerlukan perhatian bersama dalam menekan stunting  dengan memperhatikan 4 T, yaitu T yang pertama menikah atau hamil di usia yang terlalu muda, biasanya pasangan nikah terlalu muda sangat kurang sekali edukasi tentang merwat  bayi dan  rentan dalam pola pengasuhan bayi. Kemudian T yang kedua adalah, Terlalu Tua, pasangan akan memiliki risiko yang cukup tinggi gangguan Kesehatan ibu mulai dari tekanan darah bahkan risiko kematian ibu melahirkan. T yang  ketiga terlalu banyak, terlalu banyak anak dikhawatirkan terjadi kekurang seimbangan asupan gizi dan Pendidikan masing masing anak dan yang terakhir adalah terlalu dekat, factor ini dikhawatirkan akan timbulnya kurang perhatian dan kasih sayang anak karena selisih umur anak kurang dari 2 tahun”

Unari Sarmidi, Administratur PT Letawa mengapresiasi positif kegiatan kolaborasi Polibun, CSR dan Penyuluh KB kecamatan Tikke raya, Hal hal yang positif berkaitan dengan Kesehatan karyawan menjadi prioritas perhatian karena menjadi faktor kunci dalam keselamatan kerja.

CSR PT Letawa Ahmad Faizal menerangkan multifactor masalah stunting seperti pola pengasuhan anak, konsumsi gizi selama hamil, pengetahuan ibu tentang gizi, akses pelayanan yang terbatas, akses sanitasi dan kebersihan air yang kurang memadai. Adapun dampak stunting yaitu penurunan kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, secara global menghambat pertumbuhan ekonomi, produktifitas kerja dan memperburuk kesenjangan. kegiatan ini merupakan konvergensi penurunan intervensi stunting, menyasar pada edukasi,layanan KB dan pengetahuan pentingnya seribu hari pertama kelahiran dimana bayi memerlukan ekstra perhatian, perawatan dan supply gizi yang cukup.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan secara berkelanjutan dan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,” terangnya.

(LS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *